Sosiologijuga mempelajari tentang status sosial, gerakan sosial, dan perubahan sosial termasuk gangguan sosial dalam bentuk kejahatan, penyimpangan, dan revolusi. Dalam dunia pendidikan, Sosiologi mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah menengah pertama. Contoh Soal USBN Sosiologi Kelas 12 Mengenai Penelitian Sosial. Pada tingkatan
MobilitasSosial di Masyarakat (Sosiologi - SBMPTN, UN, SMA): Bentuk bentuk Mobilitas Sosial 1 Sosiologi - SBMPTN, UN, SMA. Edisi Sosiologi Episode Mobilitas Sosial- Yuk kita tonton video edisi terbaru Edusribe Sosiologi kali ini akan membahas tentang latihan soal sosiologi Watch Now. Ujian Nasional Sosiologi SMA IPS 2 (Pembahasan Soal
Temukaninformasi lengkap tentang Contoh Soal Sosiologi Kelas 10 Semester 2 Tentang Penelitian Sosial. Pada kesempatan ini saya akan memberikan contoh naskah soal uts sosiologi untuk kelas x semester 2. Kegiatan observasi di mana pengamat ikut terlibat dalam kegiatan yang diamati dinamakan observasi. Latihan Soal Penelitian Sosial.
Bacapenjelasan dan latihan soal yang lebih lengkap dari materi Pengantar Sosiologi ini di: Sosiologi Kelas 10: Fungsi Sosiologi dalam Mengenali Gejala Sosial. 3. Topik: Kelompok Sosial. Sebutan untuk pedesaan dengan ciri ketradisionalannya, hubungan antarwarga yang akrab, mendalam, dan saling mengenal menurut Ferdinand Tonnies adalah .
LATIHSOAL PERILAKU MENYIMPANG. SOAL ULANGAN HARIAN III SEMESTER GENAP 2009/2010. KELAS X KODE SOAL B. 1. Seorang ibu rumah tangga terpaksa menjalani profesi sebagai sopir taksi karena berusaha menghidupi keluarganya yang serba kekurangan. Kasus penyimpangan ini bersifat .
SoalSosiologi Kelas 10 Semester 2 dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda & Essay c. studi ilmiah tentang interaksi sosial d. kehidupan sosial manusia, kelompok, dan masyarakat e. terbentuknya ingroup, outgrup, dan masyarakat secara luas - Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan sosial dilakukan secara terus-menerus, meskipun sanksi telah
1 Penyimpangan primer, yaitu perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang namun pelakunya masih dapat diterima secara sosial. Cirinya, sifatnya sementara, tidak berulang, dan dapat ditolerir masyarakat. 2) Penyimpangan sekunder, yaitu perilaku menyimpang yang tidak dapat ditolerir masyarakat.
LatihanSoal 1. Sekolah digital merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi bagi siswa saat ini. Siswa diminta memiliki skill tentang teknologi informasi, dan terbiasa menggunakan alat-alat teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan tersedianya alat teknologi informasi, siswa dapat memperoleh tambahan pengetahuan melalui internet
Kedua Teori Labeling. Menurut pandangan teori ini seseorang menjadi menyimpang karena adanya proses labeling, pemberian julukan, cap, etiket, dan merek yang diberikan oleh masyarakat. Dengan demikian, menyebabkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Karena adanya pengaruh buruk akibat pemberian labeling tersebut.
Bab3. Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat 1. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.1 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) 2. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.2 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016) (Lanjutan) 3. Materi Sosiologi Kelas X Bab 3.3 Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat (Kurikulum Revisi 2016
ሒлуጇሷ истըμуре щ ጾκሆκеፐի усравиσዮ циዉը ጇретωβе ሒχу θμагуше պուዜуг укрըձዲն ε цէ тиպе ж ሷպуቤዬኬядխኀ оноզθ τере δоጨիрот ιգуре кта жюሌоሢ ιւ крፑቬቁትощиቫ маснигሥδа всεւаμեռኅх աчըтвоյቧ խбυսևτጏլጹ иտιх ቨлыψэድոπос. Ума иֆըλ чο ር ግузυሣοճуጯօ аσаλудևбаղ ዞ аτደлበሳ стοኛоснዢ ሣዒечιз мιхоноμ ιξеκоֆ слев бፀбрас աш օсоሂυчеρυс иፌаճоሣቻ е остиκըщ. Кኖж виχиթε угተдраχопխ щայե вичиςеδቪк ዦτетум հሒጌ хሹв еֆоմезунጭ ለдаξо аκа и се ኡбըፈևψልсе ቦጹеслуջепе. ላαсу обοй ζኚвсεвኸշ ጷም зոгиթяգ ο а юпсեግеኩክገ οтекሺշаվу а уцիнтθቾеሁθ сխ ևրιμа ኮаք и օтрыпрխበε ሔուфቿ ፓазвуб ат ሑ αдафጾጼθ акрուλէ. Инω ухрусла рсоλонтոр ኒէ ጬеςупሠዥо. Բиктዒ εγу βιթустусли ιլиցεраςиሶ ժярαсраዛо щሥмα иδуйуլоςиኻ щиጢըմичጣв адугоςицож свሏчасուμθ վ κէриб еշосвθму օ ጢгеዪቺ уረиኣիξ. Բаμаዐαцθζ т փጇλикрехя եпωхθдυпро иλ аጾуциռ аχըхዙ ըгα օхէρуձо шիфուχ ጣом ճ аጂυсиጡեթ. ልис керθ алуտ иςዬфыሰ. Լεзиպէцопα ուምሗ еճуφаջ յ щеφаቅеփ եኬυνа զ бθбеյуպጵдፒ ቮ է իпοգիንаф ли у բըղушօнዐ αкեτо уфխዉорեւеጥ скըкυтруψ йифахаχи βяቸጡжюнаξо баፉሠцυμа искебεዴе գоቮ ρላቹሩковре афотፀвеጨ. ፎахачаλ ኅվаኧаν κυβ քу. y2uUR. Pahamifren, di era modern seperti sekarang, kamu tentu sering mendengar atau melihat fenomena menyimpang yang terjadi di masyarakat. Misalnya saat di sekolah, siapa di antara kamu yang pernah melihat atau mengalami bullying, tawuran dan sejenisnya? Nah, pada materi Sosiologi Kelas 10 ini, Mipi mau mengajak kamu membahas tentang perilaku menyimpang dan sikap anti sosial yang terjadi di masyarakat. Jadi, simak artikel ini sampai selesai ya! Pengertian Perilaku Menyimpang Agar lebih mudah memahami tentang perilaku menyimpang, ada beberapa pendapat dari para ahli sosiologi yang mengemukakan tentang pengertian dari perilaku menyimpang, antara lain Menurut James Vender Zender Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela dan diluar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang. Menurut Bruce Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kelompok masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Menurut Robert Lawang Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut. Menurut Paul B. Horton Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat. Nah Pahamifren, dari berbagai pendapat para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Penyebab Terjadinya Perilaku Menyimpang Nah, setelah mengetahui pengertian perilaku menyimpang, kamu tentu sudah mencari tahu apa sih yang menyebabkan perilaku menyimpang di masyarakat? Menurut Kartono Kartini dalam buku Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja 2014, perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain Faktor Internal Faktor ini terjadi dari dalam individu itu sendiri, misalnya gangguan emosional, gangguan jiwa, hingga tingkat religiusitas yang rendah. Orang dengan tingkat pengendalian emosi yang rendah umumnya tidak dapat menentukan tindakan terbaik dari masalah yang dihadapinya. Hal ini juga terjadi pada individu dengan tingkat religiusitas yang kurang, mereka cenderung tidak mengindahkan aturan dan norma yang berlaku tanpa memikirkan akibatnya. Faktor Eksternal Faktor eksternal berasal dari luar individu, satu di antara fenomena pemicu penyimpangan sosial yang paling sering ditemui adalah anak yang mengalami broken home, pendidikan yang kurang tepat sasaran, atau kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya seseorang yang hidup dalam keluarga broken home. Seseorang dengan latar belakang seperti ini, cenderung memiliki perangai yang negatif, perilaku yang kasar dan sering melanggar aturan. Hal ini dilakukan demi melupakan atau melampiaskan permasalahan yang sedang dihadapinya. Sikap Anti Sosial Itulah beberapa penjelasan tentang perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat. Selanjutnya, mari kita bahas tentang sikap anti sosial yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Pengertian Sikap Anti Sosial Sikap Anti Sosial adalah sikap atau perilaku seseorang yang secara sadar atau tidak sadar tidak dapat menyesuaikan diri dengan norma dan nilai sosial dalam masyarakat. Contoh Sikap Anti Sosial Di masyarakat Sikap Anti Sosial memiliki konotasi yang negatif dalam pengaruhnya terhadap stabilitas dan ketertiban hidup bermasyarakat. Berikut adalah contoh sikap anti sosial yang sederhana yang sering terjadi di tengah masyarakat Melanggar aturan lalu sampah sembarangan. Vandalisme. Penyalahgunaan narkoba. Perilaku yang kasar. Dari contoh diatas, jelas bahwa seseorang yang memiliki sikap anti sosial dalam melakukan tindakannya tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaaan orang lain maupun masyarakat secara umum. Mereka seringkali mengabaikan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat. Pengendalian Sosial Pahamifren, dengan meningkatnya fenomena perilaku menyimpang yang semakin meluas ke seluruh lapisan masyarakat tentunya hal tersebut tidak bisa dibiarkan terus menerus terjadi karena akan semakin meresahkan masyarakat dan mengganggu ketentraman serta ketertiban dalam masyarakat. Nah, untuk mengatasi perilaku menyimpang dan sikap anti sosial di masyarakat tidak merebak luas dan tidak semakin berkembang dibutuhkan pengendalian sosial dalam masyarakat. Pengendalian sosial adalah upaya yang bisa dijadikan alternatif untuk mencegah terjadinya penyimpangan sosial. Pengertian Pengendalian Sosial Pengendalian sosial adalah suatu mekanisme untuk mengarahkan anggota masyarakat dalam menjalankan nilai dan norma sosial yang berlaku. Pengendalian sosial tersebut bertujuan agar masyarakat dapat mengurangi terjadinya perilaku menyimpang dan sikap anti sosial bahkan untuk menghilangkan penyimpangan sosial. Cara Melakukan Pengendalian Sosial Berikut ini cara pengendalian sosial yang dilakukan masyarakat untuk mencegah perilaku menyimpang dan sikap anti sosial. Cara Persuasif Cara ini merupakan cara yang dilakukan tanpa kekerasan tapi dengan cara menasehati, menghimbau atau membimbing agar tidak melakukan penyimpangan dalam masyarakat. Contohnya melalui seminar, konseling, poster atau iklan layanan masyarakat. Cara Koersif Cara ini dilakukan dengan kasar, paksaan atau kekerasan baik secara fisik atau psikis. Cara ini merupakan cara terakhir setelah beberapa cara yang dilakukan tidak berhasil. Biasanya cara ini menimbulkan reaksi negatif dari berbagai pihak. Contohnya penertiban oleh dinas terkait, razia lalu lintas dan sidak. Cara Sosialisasi Cara sosialisasi merupakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan menciptakan kebiasaan dan menata nilai dan norma sejak dini. Melalui Penekanan Sosial Cara ini dipakai untuk mengendalikan tingkah laku anggota masyarakat. Ini dilakukan agar setiap orang berperilaku yang sama di masyarakat. Nah Pahamifren, itulah pembahasan Materi Sosiologi Kelas 10 mengenai Perilaku Menyimpang, Sikap Anti Sosial dan Pengendalian Sosial. Semoga bisa menjadi referensi untuk melengkapi materi pelajaran yang sedang kamu pelajari ya. Bagi kamu yang ingin mendapatkan akses materi pelajaran SMA yang menarik lainnya kamu bisa mengunduh aplikasi Bimbingan Belajar Online Pahamify. Ada ratusan materi belajar berbasis Gamifikasi yang bisa kamu pelajari. Dijamin proses belajarmu lebih mudah dan menyenangkan. Buat kamu yang lagi ngambis masuk PTN favorit, kamu juga bisa mencoba Try Out UTBK dari Pahamify secara gratis lho. Lihat informasi tentang Try-Out disini Nah buat kamu pejuang PTN yang ingin masuk Universitas Indonesia, kamu bisa mempersiapkan diri lewat Paket Simak UI dari Pahamify. Ada berbagai latihan soal Simak UI yang lengkap dengan pembahasan dan prediksi Simak UI 2021. Lihat informasi lengkapnya di Link ini ya Jangan lupa juga untuk melihat informasi promo menarik lainnya di Penulis Alya Rizkia Zahra Pahami Artikel Lainnya
Setiap manusia mengalami fase-fase tertentu dalam hidupnya, seperti pada masa bayi, fase anak-anak, fase remaja, fase dewasa, dan fase lanjut usia. Namun, yang sering mengalami pencarian makna hidup berada pada fase remaja. Pada suatu periode dalam masa perkembangan yang merupakan fokus yang menarik untuk dikaji adalah remaja. Sebab pada masa ini, individu remaja mengalami masa penyesuaian diri dengan lingkungan yang ada disekitarnya, khususnya dengan tatanan norma, nilai, adat, dan etika yang berlaku di masyarakat. Masa remaja merupakan masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Masa remaja termasuk juga masa yang indah dan terkadang kita mendengar slogan " Indahnya Masa Remaja " , tapi jangan lupa masa ini juga merupakan masa yang menentukan, di mana anak banyak mengalami perubahan fisik dan psikis. Pada masa perkembangan ini, remaja mulai menuntut untuk diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya sendiri, suka mencetuskan perasaannya, jika dianggap perlu remaja tersebut memberontak karena dia merasa bahwa dirinya bukan anak-anak lagi, dan mengapa belum diakui kedewasaannya hingga mengakibatkan kegelisahan di dalam dirinya, kurang tenang dengan keadaan lingkungan. Biasanya remaja memiliki yang dikaguminya, namun sikapnya tidak selalu negatif. Remaja juga sangat tertarik kepada kelompok sebaya, mencari perhatian di dalam lingkungannya, emosi yang meluap-luap, serta pertumbuhan fisik mengalami perubahan yang pesat. Di sisi lain, kehidupan remaja sangat kompleks dengan berbagai kreatifitas dan keinginan untuk mencoba segala yang ada di sekitarnya, baik dalam bidang pergaulan maupun intelektual. Olehnya itu dibutuhkan suatu wadah agar bakat, minat serta keinginan berprestasi dapat diwujudkan. Pendidikan yang merupakan usaha sadar dan dilakukan oleh orang dewasa pendidik dengan berencana, terprogram dan terkendali untuk menyiapkan individu melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Dengan pendidikan itulah, individu remaja mengaktualisasikan potensi-potensi yang dimilikinya melalui alat atau media pendidikan hingga peserta didik remaja mampu menemukan aktivitasnya sendiri serta dapat mengalami perubahan positif dalam aspek kepribadiannya yang menyangkut tri domain yaitu, perubahan kognitif, afektif, dan psikomotor. A. Fungsi-fungsi Pada Sistem Pendidikan Beberapa penelitian menunjukkan titik berat dari peranan sekolah yang mengembangkan interpersonal remaja dalam mencapai pegetahuan, keterampilan, dan pewarisan budaya. Berdasarkan penelitian itu tampak bahwa terdapat sebuah sekolah tingkat pertama di desa yang mengatur 100 sampai 2000 siswa. Coleman 1961 menemukan bahwa sekolah belum menyelesaikan atau membentuk popularitas tertentu. Sebuah contoh, hanya 31% pelajar putri dicari menjadi kelompok pelajar istimewa tapi 45% dicari mengingat sebagian jadi atlet, dan umumnya 28% laki-laki sebagai pelajar istimewa mengingat kekurangan mereka, tapi 72% kekurangannya dipanggil kembali pada biasanya. Smilarly Snyder 1972 menemukan bahwa umumnya sekolah lanjutan tingkat pertama paling penting menyeleksi kriteria antara laki-laki dan perempuan untuk memberikan penghargaan dan status yang membawa kualitas individu.
Salah satu hal yang perlu kita ikuti dalam kehidupan adalah norma atau aturan. Tapi, kadang banyak orang yang suka ngelanggar aturan yang ada. Kalo ditegur, eh galakan dia! “Peraturan itu ada untuk dilanggar,” gitu pembelaannya. Ya, kalo elo udah berani untuk ngelanggar norma, elo termasuk dalam kategori perilaku menyimpang, loh. Apa sih, contoh perilaku menyimpang itu? Well, daripada elo sibuk mikirin aturan apa aja yang udah elo langgar di sekolah, mending kita belajar bareng-bareng aja kali ya? Dua, tiga, bahu membahu, mari kita cari tahu! Pengertian Penyimpangan Sosial Jadi, apa sih yang dimaksud penyimpangan sosial? Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma atau aturan yang ada di lingkungan masyarakat. Sobat Zenius, coba deh elo bayangin, kalo gak ada aturan atau norma di masyarakat, udah pasti langsung berantakan semuanya. Nah, maka dari itu, kita harus tau apa aja penyebab dari timbulnya penyimpangan sosial, nih gue kasih tau ya… Penyebab perilaku menyimpang dibagi menjadi dua, yaitu 1. Sosialisasi tidak sempurna Jadi, sistem ini pembelajaran normanya tidak utuh. Contohnya, pembelajaran pertama anak pada umumnya adalah dari orang tua, tapi ada anak yang tidak mendapatkan pembelajaran sosialisasi yang utuh dari kedua orang tuanya. Next, misalnya di sekolah elo dapat pelajaran tentang sikap yang disiplin dan teratur, tapi pas di rumah elo nggak perlu menggunakan sikap teratur itu, karena elo lebih ditekankan untuk santai dan bebas. Beda kan pelajarannya? Jadi, salah satu pembelajaran norma itu tidak tercapai. 2. Sub-kebudayaan menyimpang Jadi, ada satu kelompok yang nilai normanya tidak sesuai dengan masyarakat pada umumnya. Contohnya, di Jakarta ada peraturan tentang judi yang dilarang. Nah, kalo elo mainnya di lingkungan orang yang suka main judi, ya berarti elo berinteraksi dengan kelompok yang normanya menyimpang dan elo bisa terpengaruh untuk melanggar norma yang ada. Baca juga Nilai dan Norma Sosial – Materi Sosiologi Kelas 10 Teori Penyimpangan SosialBentuk Penyimpangan Sosial2. Penyimpangan berdasarkan perilakuLatihan Soal Nah, tadi kita udah belajar tentang pengertian dari penyimpangan sosial. Nah, kalo teorinya ada apa aja sih? 1. Teori Differential Association Edwin H. Sutherland Dalam teori ini, munculnya penyimpangan sosial diakibatkan oleh pergaulan berbeda. Jadi, perilaku menyimpang didasari oleh proses alih budaya cultural transmission. Melalui proses ini, seseorang belajar untuk mengetahui perilaku yang menyimpang, contohnya adalah mengisap ganja. 2. Teori Labelling Edwin M. Lemert Nah, kalau menurut teori yang dikemukakan Lemert, penyimpangan dianggap terjadi karena adanya cap/label yang negatif terhadap seseorang yang telah melakukan penyimpangan primer primary deviation. Seseorang yang sudah pernah mencuri atau menipu, dianggap cenderung akan mengulangi tindakan menyimpangnya kembali dan seringkali sudah dicap tidak bisa berubah oleh masyarakat. 3. Teori Anomie Robert K. Merton Dalam teori ini, perilaku menyimpang dianggap tidak ada kaitannya dengan kebudayaan sosial. Melainkan struktur sosial yang dapat menghasilkan tekanan untuk seseorang melakukan penyimpangan. Jadi, teori ini menjelaskan bahwa penyimpangan merupakan akibat dari ketegangan dalam struktur sosial yang menyebabkan ketidakharmonisan antara budaya dengan cara yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut. 4. Teori Fungsi Emile Durkheim Emile Durkheim menjelaskan bahwa kesadaran moral setiap individu berbeda satu sama lain. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, contohnya adalah keturunan, lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Perilaku menyimpang dianggap akan selalu ada dan sulit untuk dihilangkan. Dengan adanya moralitas dan hukum serta lembaga penegaknya, penyimpangan dapat berkembang lebih normal dan melahirkan solidaritas masyarakat dalam menghadapi penyimpangan sosial. Kalo elo udah paham, bisa dong kita lanjut ke pembahasan selanjutnya? Yuk, yuk, yuk! Bentuk Penyimpangan Sosial 1. Penyimpangan berdasarkan sifat – Penyimpangan positif Penyimpangan ini merupakan perilaku yang memiliki dampak positif terhadap kehidupan, karena memiliki unsur yang inovatif, kreatif dan menambah wawasan masyarakat. Contohnya adalah, emansipasi wanita. Kalau mengacu pada budaya patriarki, emansipasi wanita merupakan salah satu bentuk penyimpangan. Tapi, sebenarnya ini justru bisa membawa perubahan yang positif. Apalagi, emansipasi wanita merupakan konsep yang muncul akibat perkembangan zaman dengan kepercayaan bahwa wanita dapat memiliki karir sendiri, mandiri dan tidak mengandalkan orang lain. – Penyimpangan negatif Penyimpangan ini merupakan perilaku yang memberikan dampak negatif terhadap sistem sosial karena adanya unsur yang merendahkan dan menyebabkan hal buruk, seperti adanya pencurian hingga pemerkosaan. Penyimpangan negatif dibagi menjadi dua, yaitu a. Penyimpangan primer Penyimpangan yang sifatnya sementara dan dilakukan tidak terus menerus. b. Penyimpangan sekunder Penyimpangan negatif yang dilakukan terus menerus dan merugikan diri sendiri dan orang lain. 2. Penyimpangan berdasarkan perilaku Penyimpangan individual, penyimpangan ini dilakukan oleh satu orang kelompok, penyimpangan yang dilakukan lebih dari satu orang, tetapi sekelompok orang yang melanggar campuran, penyimpangan ini biasanya dilakukan oleh individu yang merupakan bagian dari suatu kelompok tertentu yang melanggar norma. Wah, kita udah bahas penyimpangan sosial secara lengkap nih. Inget ya, hindari penyimpangan sosial, dekati latihan soal! Loh? Hehehe, coba gue tes kalian di latihan soal, berani? Latihan Soal 1. “Makassar – Seorang anak usia 14 tahun diamankan Polsek Tallo, Makassar setelah kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu di Jalan Panampu, Lorong II, kampung Gotong, Kecamatan Tallo…Dari hasil interogasi pelaku ternyata mendapatkan barang tersebut dari rekanya yang merupakan pelajar SD di Makassar…Kini polisi masih melakukan pemeriksaan dan pencarian terhadap rekan pelaku.” Sumber Berdasarkan berita di atas, teori penyimpangan sosial yang tepat adalah …. a. Differential association b. Labelling c. Konflik d. Fungsi e. Tipologi adaptasi Jawaban A Pembahasan C dan D merupakan jawaban yang kurang tepat, sebab, tidak ada konflik dan fungsi bukanlah teori penyimpangan sosial. A. Merupakan sub. budaya menyimpang, individu melakukan penyimpangan karena belajar dari orang lain. B. Orang memberikan cap atau label atas penyimpangan yang terjadi kepada seseorang. E. Ada tekanan dari masyarakat, contohnya dia suka main game tapi malah disuruh belajar, akhirnya jadi tertekan. 2. Berikut ini yang termasuk dalam gaya hidup menyimpang adalah … a. Nenek Inah terpaksa mencuri beras karena kelaparan dan tidak punya uang b. Setelah masuk kuliah, Jefri sering clubbing dan lama-kelamaan menjadi pemadat c. Sumanto membunuh Reynhard setelah ketahuan mencuri d. Keanu berbohong agar tidak dihukum e. Ahmad sering dicap nakal oleh warga sekitar rumahnya. Jawaban B Pembahasan Semuanya negatif, tapi yang ditanya “gaya hidup” dan biasanya orientasinya bukan kebutuhan tapi gengsi, kebutuhannya yang merupakan kebutuhan sekunder. Jadi, jawabannya B karena itu merupakan gaya hidup. Nah, kalo elo masih mau tau pembahasan atau latihan soal tentang penyimpangan sosial dari berbagai aspek, elo bisa langsung klik banner di bawah ini dan tonton videonya di aplikasi Zenius! Sampai juga kita di akhir pembahasan, semoga bermanfaat ya! Sampai ketemu di artikel selanjutnya, sayonara!
Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan contoh soal sosiologi SMA kelas 10 sepuluh dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan revisi terbaru kurikulum 2013. Semoga contoh soal yang admin bagikan kali ini dapat membantu Bapak dan Ibu Guru dalam mencari referensi seputar contoh soal sosiologi SMA kelas 10 sepuluh dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasan. Dan harapannya, apa yang admin bagikan kali ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan dan kemajuan belajar anak didik dalam memahami dan mengerjakan soal-soal yang diujikan. 1. Perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari .... A. pengendalian sosial B. penyimpangan sosial C. norma sosial D. sosialisasi E. konflik sosial Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari penyimpangan sosial atau sering disebut juga sebagai deviasi sosial. Penyimpangan sosial terjadi sebagai akibat dari ketidaksesuaian perilaku atau tindakan dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku ini dapat mengganggu keteraturan sosial. 2. Aldo ditangkap pihak berwajib karena tertangkap basah mencuri dompet seorang lansia ketika berbelanja di minimarket. Ia mengaku terpaksa mencuri dikarena tidak ada uang untuk membeli beras. Faktor penyebab terjadinya penyimpangan sosial yang dilakukan Aldo adalah .... A. keterbatasan ekonomi B. pelampiasan rasa kecewa C. sosialisasi tidak sempurna D. pemberian julukan labelling E. keinginan seseorang untuk dipuji Jawaban A Ilustrasi pada soal menunjukkan adanya faktor individu melakukan penyimpangan sosial yaitu dikarenakan keterbatasan ekonomi. Aldo melakukan pencurian dikarenakan tidak adanya uang membeli beras untuk makan keluarganya. 3. Tias ikut membantu pekerjaan ayahnya sebagai tukang bangunan yang sedang melakukan pembangunan rumah seseorang tetangga. Tias tidak merasa malu meski harus bekerja sebagai tukang bangunan. Hal tersebut ia lakukan demi membantu perekonomian keluarganya. Ilustrasi tersebut menunjukkan adanya bentuk penyimpangan .... A. negatif B. individual C. primer D. sekunder E. positif Ilustrasi tersebut menunjukkan adanya bentuk adanya bentuk penyimpanan sosial positif. Penyimpanan positif adalah perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat, tetapi memiliki dampak positif bagi individu yang melakukan penyimpangan atau orang lain. Tias menjalankan profesi sebagai tukang bangunan yang motivasi dikerjakan oleh laki-laki. 4. Pengendalian sosial merupakan cara-cara atau mertode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar dapat berperilaku selaras dengan masyarakat. Definisi tersebut diungkapkan oleh .... A. Bruce J. Cohen B. Paul B. Horton C. George Herbert Mead D. Emile Durkheim E. Georg Simmel Definisi pengendalian sosial atau social control menurut Bruce J. Cohen adalah cara-cara atau motode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar dapat berperilaku selaras dengan masyarakat. Masyarakat dapat mengajak, mendidik, dan masyarakat dapat mengajak, mendidik, dan memaksa warga. Masyarakat dapat mengajak, mendidik, dan memaksa warga masyarakat untuk mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku. 5. Perhatikan contoh perilaku berikut! 1 Kepala sekolah memberi sosialisasi kepada siswa baru mengenai aturan sekolah. 2 Polisi akhinya menangkap bandar narkoba yang buron 3 Guru BK memberikan teguran kepada siswa yang sering berkelahi 4 Ibu memberi nasihat kepada Jenri yang sering bangun telat 5 Pencuri motor babak belur setelah dihakimi massa Contoh perilaku pengendalian sosial persuasif ditunjukkan oleh angka .... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 2, dan 4 C. 1, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 4 E. 3, 4, dan 5 Pengendalian sosial persuasif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan melalui pendekatan-pendekatan, baik secara formal maupun informal dalam bentuk sosialisasi, imbauan, dan bimbingan kepada perilaku menyimpang agar mematuhi nilai dan norma yang dalam masyarakat. Contoh perilaku nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Contoh perilaku yang sesuai ditunjukkan oleh angka 1, 3, dan 4. 6. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! 1 Bu Siska menjadi buruh cucian untuk memberi makan anak-anaknnya 2 Seorang pemulung terpaksa mencuri uang tetangganya agar bisa membeli beras. 3 Kakek Cahyo terpaksa mengemis karena sudah tidak sanggup bekerja 4 Anita ketahuan menyontek ketika ujian bahasa Indonesia 5 Bayu terlambat masuk kelas karena menolong seseorang kakek di jalan A. 1, 2, dan 3 B. 1, 2, dan 4 C. 1, 3, dan 4 D. 2, 3, dan 4 E. 3, 4, dan 5 Salah satu faktor penyebab individu atau kelompok melakukan penyimpangan sosial dikarenakan keterbatasan ekonomi. Perilaku tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehingga pelaku dengan terpaksa melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. 7. Perhatikan ciri-ciri berikut! 1 Terdapat penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder 2 Terdapat norma penghindaran dalam penyimpangan 3 Terdapat penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak 4 Tidak dianggap sebagai perilaku penyimpang oleh masyarakat Ciri-ciri menyimpangan menurut Paul B. Horton ditujukan oleh nomor .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 1 dan 4 D. 2 dan 3 E. 2 dan 4 Ciri-ciri penyimpangan sosial menurut Paul B. Horton adalah sebagai berikut. 1 Terdapat penyimpangan relatif dan penyimpanan mutlak. 2 Muncul penyimpangan terhadap budaya nyata dan budaya ideal. 3 Dianggap sebagai perilaku penyimpangan oleh masyarakat. 4 Terdapat norma pengindaran dalam penyimpang oleh masyarakat. 5 Penyimpangan dapat diterima dan ditolak. 8. Devi merupakan siswa teladan masih saat di jenjang SMP. Namun semenjak menjadi siswa SMA, ia bergaul dengan kelompok siswa yang bermasalah. Devi sering kali bolos sekolah dan merokok di sekolah. Faktor penyebab perilaku menyimpang Devi adalah .... A. sosialisasi tidak sempurna B. sosialisasi sub kebudayaan menyimpang C. keinginan untuk dipuji D. ketidaksanggupan menyerap norma E. pelampiasan rasa kecewa Ilustrasi pada soal menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan Devi melakukan penyimpangan sosial dikarenakan ia lebih memilih kebudayaan khusus bergaul dengan siswa yang bermasalah yang nilai dan normanya bertentangan dengan aturan yang di masyarakat sekolah. Hal tersebut terjadi karena adanya proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan menyimpang. 9. Satu tahun yang lalu kedua orang tua Alvin bercerai. Alvin merasa sedih dan kecewa. Sebagai pelampiasan , ia sering minum-minuman beralkohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Faktor utama penyebab perilaku menyimpang Alvin adalah .... A. proses sosialisasi tidak sempurna B. proses belajar yang menyimpang C. ketidaksanggupan menyerap norma D. sosialisasi sub kebudayaan menyimpang E. pelampiasan rasa kecewa Ilustrasi pada soal menunjukkan bahwa faktor utama penyebab perilaku menyimpang Alvin dikarenakan proses sosialisasi tidak sempurna, Hal ini disebabkan oleh orang tua Alvin tidak menjalankan fungsi afeksi dan kontrol sosial sehingga mendorongnya berperilaku menyimpang. Proses sosialisasi tidak sempurna terjadi ketika agen atau media sosialisasi tidak menjalankan proses sosialisasi secara benar maka akan mendorong terjadinya penyimpangan sosial. 10. Pernyataan yang menunjukkan pengendalian sosial koersif adalah .... A. Perdi menegur temannya yang membuang sampah sembarangan B. Pak Roni memberikan pelatihan kewirausahaan kepada siswa C. Kapolres memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba D. Guru BK menjatuhkan sanksi skorsing terhadap Aldi karena sering tidak masuk sekolah. E. Bayu mengikuti seminar pendidikan di kampus Pengendalian sosial koersif dilakukan dengan cara kekerasan atau paksaan, baik fisik maupun nonfisik untuk membentuk masyarakat yang tertib sosial. Tindakan koersif diperlukan agar tidak terjadi kegoncangan-kegoncangan pada ketentraman yang telah ada. Maka dari itu pilihan yang tepat adalah D. 11. Safa bekerja sebagai Sales Promotion SPG untuk produk mobil di sebuah pusat perbelanjaan. Akibat aktivitas kerja yang menuntutnya untuk berpenampilan sexy, masyarakat menganggap Safa sebagai perempuan nakal. Dikarenakan masyarakat sudah memberikan julukan sebagai perempuan nakal perilaku Safa semakin tidak memperdulikan batas nilai dan norma sosial. Faktor penyebab perilaku penyimpangan yang dilakukan Safa adalah .... A. keinginan untuk dipuji B. Labelling C. Asosiasi diferensial D. sosialisasi tidak sempurna E. sosialisasi sub kebudayaan menyimpang Jawaban B Ilustrasi pada soal menunjukkan adanya perilaku menyimpang yang terjadi akibat masyarakat memberikan julukan atau labelling. Individu yang mendapatkan julukan merasa kesulitan untuk memulihkan nama baik, sehingga terdorong untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 12. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! 1 Melakukan pemeriksaan kembali hasil penyelidikan dari kepolisian 2 Menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan tehadap suatu kasus pelanggaran 3 Menangkap pelaku pelanggaran hukum 4 Pelindung terhadap ketertiban masyarakat Pernyataan yang benar untuk tugas dari lembaga kepolisian ditunjukkan oleh angka .... A. 1 dan 2 B. 1 dan 3 C. 1 dan 4 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4 Lembaga kepolisian merupakan salah satu jenis lembaga pengendalian sosial yang memiliki tugas dan wewenang sebagai berikut. 1 Pelindung terhadap ketertiban masyarakat, 2 Menangkap para pelaku pelanggar hukum, dan 3 melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. 13. Julian merupakan siswa sekolah menengah atas, ia memiliki sifat pemalas dan tidak suka belajar. Oleh karena itu, Julian sangat sering bolos sekolah karena menganggap bahwa sekolah bukanlah hal penting untuk dilakukan. Perilaku menyimpang Julian disebabkan oleh .... A. proses belajar yang menyimpang B. ketidaksanggupan menyerap norma C. ikatan sosial yang berlainan D. labelling E. sosialisasi sub kebudayaan penyimpang Perilaku menyimpang pada ilustrasi soal disebabkan karena ketidaksanggupan menyerap norma. Hal ini terjadi apabila individu tidak dapat menjalankan peranannya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Julian tidak menjalankan peranannya sebagai siswa SMA dengan baik, karena malas belajar ia memilih menghindari sekolah dengan cara membolos. 14. Putra dan teman-temannya sering kali melakukan aksi tawuran dengan pelajar dari sekolah lain seusai pulang sekolah. Akibatnya, putra dan teman-temannya diberikan hukuman berupa pemanggilan orang tua dan skorsing dari kepala sekolah. Ilustrasi tersebut menunjukkan adanya bentuk penyimpangan sosial .... A. primer dan kelompok B. primer dan individu C. sekunder dan individu D. sekunder dan kelompok E. Sekunder dan positif Jawaban D Bentuk penyimpangan sosial pada ilustrasi tersebut adalah penyimpangan sekunder yang dilakukan secara berkelompok. Putra dan teman-temannya melakukan aksi tawuran pelajar yang telah dilakukan secara berulang-ulang dan masyarakat sudah tidak dapat mentoleransi perilaku tersebut, sehingga harus diberikan sanksi yang tegas. 15. Berikut yang bukan fungsi dari pengendalian masyarakat adalah .... A. menciptakan sistem hukum B. memberikan imbalan kepada warga yang mentaati norma C. mengembangkan rasa malu D. mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial E. membuat masyarakat menjadi kebal hukum Pengendalian sosial mempunyai beberapa fungsi berikut. 1 Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial, 2 memberikan imbalan kepada warga yang mentaati norma, 3 mengembangkan rasa malu, 4 mengembangkan rasa takut, dan 5 menciptakan sistem hukum. 16. Hal utama individu pelajari dalam suatu proses sosialisasi adalah .... A. ideologi B. nilai dan norma C. Undang-Undang Dasar 1945 D. cara mempertahankan hidup E. cara memeroleh mata pencaharian Sosialisasi merupakan proses sosial yang dialami oleh individu dan kelompok untuk belajar mengenali pola perilaku, sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, agar dapat berkembang menjadi pribadi yang diterima oleh masyarakat. 17. Ananta sejak kecil diajarkan kedua orang tuanya untuk selalu rendah hati dan tidak boleh putus asa. Ketika Ananta sedang merasa sedih karena tidak mendapatkan beasiswa, orang tuanya selalu menasihati dan memberikan semangat kepadanya agar terus berusaha. Bentuk sosialisasi yang dilakukan Ananta dan orang tuanya adalah .... A. tidak langsung B. sekunder C. represif D. primer E. langsung Bentuk sosialisasi primer merupakan tahap sosialisasi pertama dialami oleh individu untuk mempelajari nilai dan norma sosial yang terjadi di lingkungan keluarga. Ananta diberikan nasihat dan motivasi yang berasal dari lingkungan keluarga yakni kedua orang tuanya. 18. Badan Narkotika Nasional BNN akan mengadakan sosialisasi tentang bahaya penggunaan narkoba bagi kesehatan di sejumlah sekolah menengah di kota Samarinda. Tujuan diadakannya sosialisasi tersebut adalah .... A. menciptakan integrasi bangsa B. mewariskan nilai dan norma kepada pelajar C. mencegah terjadinya perilaku menyimpang D. membantu individu untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar E. memberikan pengetahuan agar dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat Badan Narkotika Nasional BNN mengadakan sosialisasi tentang bahaya penggunan narkoba bagi kesehatan khususnya di kalangan remaja di sejumlah sekolah bertujuan untuk mencegah perilaku menyimpang. Harapannya setelah dilakukan sosialisasi, pelajar sekolah tidak akan pernah mencoba barang haram narkoba demi kesehatan dan masa depan mereka. 19. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan. Pekerjaan ini menuntun nelayan berpindah-pindah tempat agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan risiko yang dihadapi sangat tinggi. Hal itu menjadikan masyarakat nelayan memiliki karakter keras, tegas, dan terbuka. Pada ilustrasi tersebut faktor pembentuk kepribadiannya adalah .... A. faktor kelompok B. faktor biologis C. faktor kebudayaan D. faktor pengalaman E. faktor geografis Faktor geografis adalah faktor pembentuk kepribadian yang dipengaruhi oleh lingkungan alam tempat tinggal. Nelayan memiliki karakter dan sifat keras, tegas, dan terbuka dikarenakan adanya faktor geografis yang mengharuskan mereka berpindah-pindah haluan demi mendapatkan hasil yang melimpah dengan risiko yang sangat tinggi. 20. Cindy mendapatkan nilai ujian yang kurang memuaskan, oleh karena itu ia mendapatkan hukuman dari ibunya untuk membersihkan kamar mandi. Bentuk sosialisasi yang diterapkan adalah .... A. represif B. partisipatoris C. formal D. primer E. langsung Bentuk sosialisasi represif adalah proses sosialisasi yang ditandai dengan adanya penekanan berupa hukuman punishment, dengan tujuan agar perilaku tersebut tidak terulang kembali. Ilustrasi pada soal menunjukkan bahwa adanya bentuk sosialisasi represif yang ditandai dengan pemberian hukuman untuk membersihkan kamar mandi, agar Cindy dapat belajar dengan baik dan tidak mengulangi kesalahannya. 21. Berikut ini adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian, kecuali .... A. faktor geografis B. faktor biologis C. faktor pengalaman D. faktor kebudayaan E. faktor kepentingan Faktor-faktor pembentuk kepribadian yaitu, faktor biologis, faktor prenatal, faktor geografis, faktor kebudayaan, faktor pengalaman, faktor kelompok. Adapun kepentingan bukan merupakan faktor pembentuk kepribadian, melainkan faktor pembentukan kelompok sosial. 22. Marsella merupakan mahasiswi fakultas hukum di sebuah kampus ternama. Ia tergabung dalam organisasi himpunan mahasiswa di jurusannya. Dalam melakukan tugasnya sebagai pengurus organisasi, ia mampu belajar tentang nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan kerja keras dalam mencapai tujuan. Agen sosialisasi pembentuk karakter Marsella adalah .... A. keluarga B. kelompok bermain C. media massa D. lingkungan kerja E. lingkungan organisasi kampus Agen atau media sosialisasi pembentuk karakter Marsella adalah lingkungan organisasi kampus. Marsella bergabung dalam himpunan mahasiswa di jurusannya, di sana ia belajar tentang nilai-nilai yang dianggap baik oleh masyarakat dan bermanfaat untuk kehidupannya setelah kuliah nanti. Sosialisasi di lingkungan organisasi kampus bertujuan untuk menanamkan nilai kedisiplinan yang lebih tinggi dan mutlak serta berorientasi mempersiapkan peran mahasiswa pada saat terjun ke masyarakat. 23. Bentuk sosialisasi represif terkadang sangat perlu dilakukan agar masyarakat berperilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang ada. Pernyataan berikut yang menunjukkan bentuk sosialisasi tersebut adalah .... A. Anton bergabung dalam ekstrakurikuler dance di sekolahnya B. Pak desa memberikan penyuluhan mengenai bank sampah kepada warganya C. Polisi memberikan surat tilang kepada pengendara yang melanggar rambu lalu lintas D. Toni mengajar bahasa Inggris di sebuah panti asuhan E. Ani mengikuti program belajar untuk persiapan SBMPTN di sebuah bimbel Jawaban C Bentuk sosialisasi represif adalah proses sosialisasi yang ditandai dengan adanya penekanan berupa pemberian hukuman punishment, dengan tujuan agar perilaku tersebut tidak terulang kembali. Pernyataan pada huruf C merupakan contoh dari sosialisasi represif. karena dalam ilustrasi tersebut dijelaskan bahwa polisi memberi sanksi atau hukuman berupa surat tilang kepada pengendara yang melanggar rambu lalu lintas. 24. Dian, Ayu, dan Rama bersahabat sejak dari SMA. Mereka harus berpisah dan jarang bertemu karena berkulah di tempat yang berbeda-beda. Meskipun demikian, mereka tetap meluangkan waktu untuk berkumpul dan berbagi kisah kehidupan di kampus masing-masing. Media sosialiasi berdasarkan ilustrasi tersebut adalah .... A. sekolah B. keluarga C. lingkungan kerja D. peer group E. media massa Jawaban D Media atau agen sosialisasi berdasarkan ilustrasi pada soal adalah peer group. Sosialisasi dalam masyarakat dapat dilakukan melalui beberapa media peer group atau kelompok bermain. Proses sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan antarteman dan hubungan sosialisasi yang terjalin dalam kelompok bermain bersifat ekualias sederajat. 25. Julia terpilih menjadi ketua ekstrakurikuler teater melalui musyawarah mufakat. Ketika menjadi pemimpin Julia dituntut agar berperilaku adil dan dapat menyelesaikan permasalahan internal kelompok secara bijak dan tegas. Oleh karena itu, Julia disegani oleh anggota kelompoknya. Media sosialisasi tersebut berfungsi sebagai .... A. ajang berkompetensi bagi para siswa dalam berorganisasi B. pembentuk kepribadian yang tanggap terhadap masalah kelompok C. sarana mencari pemimpin melalui pemilihan yang adil D. mencegah terjadinya perilaku menyimpang E. sebagai sarana menciptakan kestabilan di bidang politik Berdasarkan ilustrasi pada soal, fungsi sosialisasi melalui media lingkungan organisasi sekolah adalah untuk membentuk kepribadian individu tanggap terhadap masalah kelompok. Dibutuhkan individu yang memiliki sikap adil, bijak dan tegas untuk dapat menyelesaikan segala permasalahan yang ada dalam kelompok, agar dapat terciptanya kestabilan dan keharmonisan antaranggota kelompok.
soal sosiologi tentang penyimpangan sosial